Potensi Daerah

Potensi Daerah Kabupaten Mojokerto

Potensi Sumber Daya Alam

Kabupaten Mojokerto merupakan daerah yang mempunyai ciri khas tertentu yang bernilai budaya tinggi baik itu secara alami maupun buatan manusia yang keberadaannya memerlukan upaya konservasi. Kawasan ini berada pada wilayah selatan seperti di Kecamatan Pacet, Gondang,

Trawas, Jatirejo, dan Trowulan. Dengan luas hutan lindung terdapat di Kecamatan Ngoro dan Kecamatan Trawas seluas 1420,694 Ha. Selain itu terdapat juga Taman Hutan Raya (Tahura). Taman Hutan Raya (Tahura) adalah kawasan pelestarian alam untuk tujuan koleksi tumbuhan dan/atau satwa yang alami atau buatan, jenis asli dan/atau bukan asli, yang dimanfaatkan bagi kepentingan penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata dan rekreasi.

Taman Hutan Raya (Tahura) yang berada di wilayah Kabupaten Mojokerto adalah merupakan bagian dari Tahura R. Suryo. Tahura ini meliputi sebagian wilayah Kecamatan Pacet, Gondang, Trawas, dan Jatirejo. Kawasan Taman Hutan Raya R. Suryo ditunjuk berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan No. 1128/Kpts-II/1992 tanggal 19 Desember 1992, selanjutnya ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kehutanan No. 80/Kpts-II/2001 tanggal 15 Maret 2001 dan merupakan bagian dari luas Taman Hutan Raya di Jawa Timur dengan luas total 24.877,7 Ha yang tersebar di Kabupaten Mojokerto, Pasuruan, Malang, dan Jombang. Secara administrasi Tahura R. Suryo berada di 4 (empat) Kabupaten yaitu:

  • Sebelah Utara seluas 1.141,18 Ha masuk wilayah Kecamatan Pacet dan Trawas Kabupaten Mojokerto.
  • Sebelah Timur seluas 3.600 Ha masuk wilayah Kecamatan Prigen, Purwosari, Purwodadi, dan Sukorejo Kabupaten
  • Sebelah selatan seluas 7.900,50 Ha masuk wilayah Kecamatan Ngantang, Pujon, Batu, Singosari, dan Karangploso Kabupaten Malang.
  • Sebelah barat seluas 2.864,7 Ha masuk wilayah Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang

Potensi Pertanian

Pertanian dalam arti luas tidak hanya terpaku pada suatu hal yang berhubungan dengan bercocok tanam saja, tetapi hal-hal lain seperti peternakan, perikanan, kelautan, kehutanan dan teknologi yang berperan didalamnya. Tidak sedikit penduduk kabupaten Mojokerto yang bergelut dalam bidang peternakan. Pada umumnya para peternak di Mojokerto memilih sapi, kambing, ayam dan bebek sebagai hewan ternak yang dipelihara. Hal itu disebabkan karena hewan-hewan tersebut mudah dipelihara di Mojokerto. Salah satu kecamatan di Mojokerto yang mayoritas penduduknya bekerja sebagai peternak Bebek hingga dibangunlah patung bebek di area tersebut. Namun dalam hal perikanan, tidak banyak penduduk yang memilihnya karena area perairan di Mojokerto tidak terlalu luas. Dan tidak terdapat laut di kabupaten ini. Ada beberapa hutan di area Mojokerto, meski areanya tidak terlalu luas. Biasanya terdapat di kawasan pegunungan yang kebanyakan ditumbuhi pohon pinus.

Pertanian Lahan Basah

Tanaman yang di utamakan dalam kawasan ini adalah padi dengan pola tanam yang sesuai. Penggunaan jenis tanaman lain diperkenankan apabila air tidak mencukupi atau dengan pertimbangan pencapaian target produktivitas melalui tanaman selingan, seperti palawija. Pengembangan pertanian lahan basah tersebar di Kecamatan Gedeg, Jetis Dlanggu, Kutorejo, Pungging, Mojosari, Bangsal, Puri, Trowulan, Sooko, dan Mojoanyar serta sebagian kecil wilayah Kecamatan Pacet, Trawas, dan Gondang bagian utara serta sebagian wilayah Kecamatan Kemlagi

Pertanian Lahan Kering

Pertanian lahan kering di Kabupaten Mojokerto memiliki potensi khususnya komoditas perkebunan. Kebutuhan pertanian lahan kering khususnya dengan komoditas non pangan dipengaruhi oleh kegiatan pengolahan dan kebutuhan barang-barang sekunder. Sejauh ini terdapat sektor unggulan dan prospektif pada kawasan-kawasan lahan pertanian kering, yakni komoditas perkebunan berupa tembakau, tebu, dan pandan di Kecamatan Kemlagi, Dawarblandong, Jetis, Gedeg, Jatirejo, Gondang, Pacet dan Ngoro. Adanya kebutuhan pengembangan lahan perkotaan khususnya industri yang diarahkan mengkonversi lahan ini pada akhirnya mengarahkan alokasi untuk pengembangan lahan pertanian tanaman kering.

Holtikultura

Hortikultura merupakan cabang pertanian yang berurusan dengan budidaya intensif tanaman yang di ajukan untuk bahan pangan manusia obat-obatan dan pemenuhan kepuasan (Zulkarnain, 2009). Hortikultura adalah gabungan ilmu, seni, dan teknologi dalam mengelola tanaman sayuran, buah, ornamen, bumbu-bumbu dan tanaman obat obatan.

Hortikultura merupakan budidaya tanaman sayuran, buah-buahan, dan berbagai tanaman hias, hortikultura saat ini menjadi komoditas yang menguntungkan karena pertumbuhan ekonomi yang semakin meningkat maka pendapatan masyarakat yang juga meningkat. Peningkatan konsumsi hortikultura disebabkan karena struktur konsumsi bahan pangan cenderung bergeser pada bahan non pangan. Konsumsi masyarakat sekarang ini memiliki kecenderungan menghindari bahan pangan dengan kolestrol tinggi seperti produk pangan asal ternak. Kawasan hortikultura terdapat di seluruh wilayah Kabupaten Mojokerto dengan luas kurang lebih 10.510 Ha. (Sumber : BPS Kabupaten Mojokerto Tahun 2016)

Perkebunan

Kawasan perkebunan yang ada di Kabupaten Mojokerto dikembangkan berdasarkan fungsi kawasan dan potensi yang ada pada daerah masing-masing berdasarkan prospek ekonomi yang dimiliki. Selain itu, pada kawasan ini juga dapat dikembangkan kegiatan agroindustri dan agrowisata. Berdasarkan komoditasnya, pengembangan  perkebunan dapat dibagi dalam dua kelompok yakni perkebunan tanaman tahunan seperti: cengkeh, kopi, coklat, karet dan perkebunan tanaman semusim antara lain berupa : tebu, panili, dan tembakau. Pengembangan kawasan perkebunan di Kabupaten Mojokerto yaitu di Kecamatan Pacet, Jatirejo,Trawas, Gondang, Dawarblandong dan Kemlagi serta Kecamatan Jetis sebagai kawasan sentra pengembangan kacang mete. Kawasan perkebunan ini merupakan kawasan perkebunan tanaman tahunan dengan pengembangan komoditi kopi, kelapa, dan mente.

Perternakan

Beberapa komoditas peternakan seperti ayam potong, itik dan unggas lainnya yang diusahakan oleh masyarakat tersebar secara acak dengan menempati kawasan-kawasan pertanian. Berdasarkan perkembangan sektor peternakan, hampir seluruh wilayah Kabupaten Mojokerto berpeluang untuk dikembangkan kegiatan peternakan. Bagi pemenuhan kebutuhan internal Mojokerto dan ekspor, maka pengembangan kegiatan peternakan yang ada saat ini dapat dipertahankan. Kebutuhan Pengembangan ke depan yang dapat diatur pemanfaatan lahannya atau kawasannya diatur sebagai berikut:

  • Pengembangan ternak besar jenis sapi potong di Jatirejo, Sooko Gedeg,dan
  • Peternakan ternak besar tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Mojokerto.
  • Peternakan ternak kecil terletak di Kecamatan Jatirejo, Kecamatan Ngoro, Kecamatan Pungging, Kecamatan Mojosari, Kecamatan Sooko, Kecamatan Trawas, Kecamatan Pacet, dan Kecamatan Kemlagi.
  • Peternakan unggas terletak di Kecamatan Trawas, Kecamatan Pungging, Kecamatan Kutorejo, Kecamatan Jetis, Kecamatan Gedeg dan Kecamatan Dawarblandong

Perikanan

Kawasan peruntukan perikanan Kabupaten Mojokerto terbagi atas:

1.Kawasan perikanan tangkap terletak di:

  • Waduk/situ/danau/telaga seluas 98,58 Ha lokasinya meliputi Kecamatan Dawarblandong, Kemlagi, Jetis, Sooko, Mojoanyar,
  • Trowulan jatirejo, Puri, Dlanggu, Pacet, Bangsal, Mojosari, Kutorejo dan Pungging.
  • Sungai dengan panjang 330 km.
 

2. Kawasan perikanan budidaya air tawar, terletak di:

  • Perairan umum berupa sungai, waduk, telaga dan embung lokasinya meliputi: Segaran Trowulan, Waduk Tanjungan, Cinandang.
  • Kolam dengan luas 0,25 km2 lokasinya untuk ikan lele/patin komunitasnya ada di Kecamatan Dlanggu, Puri, Mojoanyar, Mojosari, Pungging, dan Bangsal. Untuk gurami berada di Desa Modongan dan Klinterjo Kecamatan Sooko, Desa Panggih Kecamatan Trowulan, Kecamatan Puri dan Kecamatan Gondang. Khusus nila hanya terdapat di Kecamatan Ngoro.
  • Sawah dengan sebaran lokasi meliputi Kecamatan Jatirejo, Kecamatan Gondang, Pacet, Trawas, Ngoro, Pungging, Kutorejo, Mojosari, Bangsal, Mojoanyar, Dlanggu, Puri, Trowulan, Sooko, Gedeg, Kemlagi, Jetis, dan Dawarblandong.
  • Budidaya perikanan air tawar yang dikembangkan adalah meliputi:
  • Ikan lele/patin terdapat di Kecamatan Dlanggu, Puri, Mojoanyar, Bangsal, Mojosari, Pungging.  
  • Ikan nila/mas terdapat di Kecamatan Pacet, Trawas, Gondang, Ngoro.
  • Ikan gurame terdapat di Kecamatan Sooko dan Trowulan.
 

3.Kawasan  pemasaran hasil  perikanan terdapat di Desa Tunggal pager Kecamatan Pungging,   Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Mojosari, Desa Sadar Tengah Kecamatan Mojoanyar, Kecamatan Puri, Kecamatan Gondang, dan Kecamatan Sooko.

Industri

Kawasan industri Pengembangan Kawasan industri di Kabupaten Mojokerto diarahkan akan terdiri dari :

  1. Kawasan industri yang menimbulkan polutan (Ngoro Industrial Estate, Mojoanyar Industrial Estate, dan Jetis Industrial Estate) terdapat di Kecamatan Ngoro dan Mojoanyar, Jetis, Kemlagi, dan Dawarblandong.
  2. Kawasan industri besar dikembangkan berupa Kawasan Industrial Estate adalah:
  3. Kawasan Industri Kecamatan Ngoro
    • Dimiliki oleh PT. Dharmala RSSEA (PMA) tahap pertama seluas 200 Ha di Desa Ngoro dan Lolawang Kecamatan
    • Telah dimulai pembebasan lahan tahap kedua 80-150 Ha di Desa Kutogirang Kecamatan
  4. Kawasan Industri Kecamatan Mojoanyar meliputi Desa Kepuhanyar, Sadartengah, dan
  5. Kawasan Industri Kecamatan Jetis, Kemlagi, dan Dawarblandong yang telah berkembang secara individual di Desa Mojolebak, Parengan, dan Permong Kecamatan Jetis. Perluasan diarahkan di Desa Sidorejo dan Lakardowo Kecamatan Jetis.
  6. Kawasan industri menengah antara lain sebagai berikut:
    • Sepanjang ruas Jalan By Pass Mojokerto terletak di Desa Kenanten Kecamatan Sooko dan Desa Balongmojo Kecamatan Puri.
    • Sepanjang ruas Jalan Raya Pacing-Dlanggu di Kecamatan Bangsal dan Kecamatan
    • Sepanjang ruas Jalan Raya Mojosari-Pacet Kecamatan
    • Sepanjang ruas    Jalan    Raya    Mojosari-Trawas   Kecamatan
    • Sepanjang ruas Jalan Raya Purwojati Kecamatan Ngoro-Kalipuro Kecamatan
    • Desa Sukoanyar Kecamatan
    • Desa Pungging Kecamatan
    • Sepanjang ruas Jalan Raya Jasem-Ngoro Kecamatan
    • Sepanjang ruas Jalan Domas-Jambuwok Kecamatan
    • Sepanjang ruas Jalan Raya Jasem-Ngoro yang terletak di Desa Jasem, Desa
    • Desa Sedati dan Desa Ngoro Kecamatan
    • Sepanjang ruas Jalan Pekukuhan-Sumbertanggul yang terletak di Desa Sumbertanggul Kecamatan
    • Sepanjang ruas    Jalan    Belahantengah-Awang-awang    yang terletak di Desa Belahantengah Kecamatan
    • Sepanjang ruas Jalan Lingkar Utara Kota Mojosari yang terletak di Desa Bangun, Desa Ngrame dan Desa Tunggalpager Kecamatan
    • Sepanjang ruas Jalan Raya Ngoro-Watukosek yang terletak di Desa Wotanmasjedong Kecamatan
    • Sepanjang ruas Jalan Domas-Jambuwok di Desa Domas dan Desa Jambuwok Kecamatan
  7. Sentra industri kecil
             Lokasi sentra industri kecil ini tersebar di Kabupaten Mojokerto sesuai dengan potensi masing- masing wilayah. Sentra  industri kecil ini pada umumnya merupakan permukiman industri dengan tenaga kerja dari penduduk lokal dan dikerjakan tiap rumah. Sentra industri kecil diarahkan pengembangannya melalui pengendalian terhadap pemanfataan lahannya agar tidak terlalu padat dan dapat menarik pengunjung, serta limbahnya dikelola secara bersama sehingga dapat menciptakan lingkungan yang nyaman. Kawasan sentra industri kecil ini di kembangkan pada tiap wilayah kabupaten/kota, dan masing-masing memiliki ciri khas tersendiri, dan pengembangan agroindustri di Pacet dan Gondang.

Pertambangan

Lahan pertambangan yang memiliki kegiatan dan dukungan spesifik di Kabupaten Mojokerto berdasarkan jenis bahan tambang maupun potensi belum perlu untuk dikembangkan. Untuk kegiatan pertambangan batuan di Kecamatan Ngoro, Gondang, dan Jatirejo perkembangannya dibatasi, dan perlu dilakukan komitmen tegas untuk melakukan reklamasi bekas penggalian. Saat ini terdapat kegatan penambangan sirtu di Kecamatan Ngoro, hal ini merupakan potensi bagi kawasan pertambangan namun untuk pengembangan dalam bentuk kawasan yang terstruktur dalam pola ruang tidak dapat ditentukan dengan spesifik hingga adanya kajian dan ekplorasi lebih lanjut yang menghasilkan rencana pengembangan.

Pertambangan mineral bukan logam terdapat di Kecamatan Mojoanyar, Sooko, Bangsal, Gedeg, Jetis, Kemlagi, dan Dawarblandong. Pertambangan batuan terdapat di Kecamatan Ngoro, Jetis, Dawarblandong, Kutorejo, dan Dlanggu. Pertambangan minyak dan gas bumi di seluruh wilayah Kabupaten Mojokerto. Pertambangan panas bumi terdapat di Gunung Arjuno Welirang.

Wisata

Sektor pariwisata merupakan salah satu upaya yang dapat meningkatkan pendapatan asli daerah. Kabupaten Mojokerto adalah suatu daerah yang memiliki potensi pariwisata yang sangat bagus. Pemerintah Daerah atau Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Mojokerto memiliki peran penting dalam pengembangan dan promosi pariwisata di kabupaten Mojokerto.

Kegiatan yang dilaksanakan tahun 2017 yang mendukung keberhasilan pariwisata antara lain :  

1. Pemeliharaan Obyek Wisata

Tahun 2017 Disparpora melaksanakan kegiatan pemeliharaan di 4 (empat) titik destinasi pariwisata, yakni Air Terjun Dlundung, Petirtaan Jolotundo, Air Terjun Coban Canggu, Pemandian Air Panas. Kegiatan pemeliharaan bertujuan untuk menjaga  sarana dan prasarana obyek wisata.

2. DED Obyek Wisata

Kegiatan DED Obyek wisata dilaksanakan di 3 (tiga) lokasi obyek wisata, yakni Petirtaan Jolotundo, Ekowisata Tanjungan dan Air Terjun Coban Canggu. Tujuan DED adalah untuk membuat sebuah dokumen perencanaan untuk pengembangan obyek wisata.

3. Masterplan Kawasan Wisata Ubalan

Untuk mengembangkan obyek wisata ubalan, Disparpora membuat sebuah masterplan yang nantinya digunakan sebagai dokumen acuan dalam pengembangan wisata ubalan.

4. Pembangunan Wahana Permainan Air Ubalan

Obyek wisata Ubalan merupakan salah satu obyek wisata yang dikembangkan, yakni menjadi obyek wisata waterpark modern. Berbagai wahana permainan air sudah terbangun. Obyek wisata ubalan versi baru tepat di launching pada 1 Januari 2018.

5. Pengadaan Alat E-Tiketing

Pada tahun 2017 Disparpora mengadakan pengadaan alat e- ticketing sebanyak 2 (dua) buah yang ditempatkan di obyek wisata Pemandian Air Panas dan Ubalan.

6. Pelaksanaan Promosi Pariwisata Nusantara di Dalam dan Luar Negeri

Pelaksanaan Promosi Pariwisata Nusantara di Dalam dan Luar Negeri mempunyai beberapa macam bentuk kegiatan promosi, antara lain cetak leaflet Pariwisata Kabupaten Mojokerto, cetak Baliho/spanduk destinasi pariwisata, cetak buku promosi pariwisata dan cetak kalender wisata. Selain itu juga pengiriman duta wisata Kabupaten Mojokerto ke ajang pemilihan raka-raki propinsi Jawa Timur pada tanggal 24 s/d 26 Maret 2017. Selain kegiatan yang sudah disebutkan diatas, Disparpora juga mengikuti kegiatan Majapahit Travel Fair (MTF) pada tanggal 13 s/d 16 April 2017, Majapahit Travel Fair (MTF) merupakan pameran industri perjalanan dan pariwisata terbesar di Provinsi Jawa Timur. MTF merupakan pameran wisata menampilkan produk, fasilitas dan jasa pariwisata, serta ada pula famtrip bagi para buyer, seller, dan exhibitor ke beberapa daya tarik pariwisata di Jawa Timur.  Pameran ini juga akan diisi seminar menghadirkan profesional industri pariwisata terkemuka di Indonesia.

7. Pemilihan Duta Wisata Gus dan Yuk Kabupaten Mojokerto

Grand final Pemilihan Duta Wisata Gus dan Yuk Kabupaten Mojokerto Tahun 2017 dilaksanakan di Pendopo Graha Majatama Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Sebanyak 15 pasang Gus dan Yuk yang mengikuti Grand Final. Setelah melalui rangkaian seleksi yang dijadwalkan satu bulan penuh penyaringan dari 176 peserta, terdapat 15 pasang Gus dan Yuk yang akan disaring lagi menjadi 7 pasangan kemudian dipilih 3 pasangan juara. Para finalis memperebutkan Gus dan Yuk I, II, dan III, serta gelar Gus dan Yuk Persahabatan dengan penilaian selama mereka menjadi peserta, Gus dan Yuk Favorit yang dinilai dengan sistem pengumpulan sms terbanyak, dan Gus dan Yuk Bertalenta dengan penilaiaan peserta yang mempunyai kemampuan atau talenta khususnya dalam budaya. kegiatan ini bertujuan untuk menyiapkan duta wisata yang mempunyai wawasan luas dan professional  dalam mengembangkan dan mempromosikan pariwisata di Kabupaten Mojokerto dan juga meningkatkan citra positif pariwisata Kabupaten Mojokerto sebagai destinasi pariwisata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *